Page 54 - Proceeding of Plenary Abstract of Parallel Symposim
P. 54

pertumbuhan, Selain itu memastikan bahwa gizi kurang dan gizi buruk ditentukan sesuai
               dengan ketentuan WHO 2006 berdasarkan klasifikasi wasted dan severely wasted. Selain itu
               di perkenalkan istilah at risk of FTT atau weight faltering sebagai penanda dini terjadinya
               malnutrisi yang harus segera diintervensi. Dalam waktu 6 bulan terdapat 130 balita yang
               mengikuti kegiatan posyandu minimal 3 x dengan hasil terjadi penurunan angka stunting
               dari  41,5% menjadi 33,1%.

                   Pada tahun 2019 dikeluarkan Permenkes nomor 29 yang memastikan bahwa pasien
               dengan kondisi BBLR/prematur, weight faltering, gizi kurang, gizi buruk, alergi makanan
               dan kelainan metabolisme bawaan terutama yang tidak mampu bisa memperoleh fasilitas
               tersebut dengan bantuan pemerintah daerah.dan tahun 2020 Permenkes nomor 2 tentang
               standar antropometri anak akhirnya diterbitkan.


               Kesimpulan dan Saran


               Dokter Spesialis Anak bersinggungan langsung dengan masalah malnutrisi anak karena
               terkait dengan mendiagnosis serta menatalaksana pelbagai penyakit yang merupakan
               kompetensinya serta peresepan dan pemantauan pangan untuk Keperluan Medis Khusus
               pada pasien yang mempunyai indikasi. Masa depan generasi emas Indonesia ada ditangan
               seorang dokter spesialis anak untuk menyiapkan hardware (otak) dan software (stimulasi)
               yang tepat. Window opportunity umtuk menyelamatkan kognitif dari pelbagai penelitian
               hanya 2 tahun. Oleh sebab itu,  seorang dokter anak tidak akan berhasil jika pasien yang
               dirujuk dari tingkat keseharan masyarakat sudah pada fase irreversible. Oleh sebab itu
               diperlukan kerjasama dengan sistem kesehatan masyarakat mulai dari kader posyandu
               yang dikoordinir oleh dokter puskesmas untuk deteksi dini dan tatalaksana segera masalah
               gizi secara berjenjang mulai dari weight faltering. Dokter Spesialis Anak di RSUD dapat
               bertindak sebagai ketua tim penanggulangan stunting yang terdiri dari unsur masyarakat:
               kader dan PKK, petugas lapangan: bidan desa, petugas gizi dan petugas KB, bidan dan
               dokter puskesmas. Pengalaman di Bayumundu dapat menurunkan angka stunting 8,4%
               dalam 6 bulan, sementara WHO annual reduction rate adalah 3,9%.



               Daftar pustaka

               1.   Adair LS, Carba DB, Lee NR, Borja JB. Stunting, IQ, and final school attainment in
                    the Cebu Longitudinal Health and Nutrition Survey birth cohort. Econ Hum Biol 2021
                    ;42:100999. doi: 10.1016/j.ehb.2021.100999. Epub 2021 Apr 7. PMID: 33865193; PM-
                    CID: PMC8222184.
               2.   Emond AM, Blair PS, Emmett PM, Drewett RF. Weight faltering in infancy and IQ levels at
                    8 years in the Avon Longitudinal Study of Parents and Children. Pediatrics 2007 ;120:e1051-
                    8. doi: 10.1542/peds.2006-2295. PMID: 17908725.
               3.   Grantham-McGregor SM, Walker SP, Chang SM, Powell CA. Effects of early childhood
                    supplementation with and without stimulation on later development in stunted Jamaican





               Kongres Nasional Ilmu Kesehatan Anak XVIII                               39
   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59