Page 50 - Proceeding of Plenary Abstract of Parallel Symposim
P. 50
disparitas dan fragmentasi pelaksanaan pelayanan neonatal di Indonesia. Disparitas
meliputi kondisi geografis, kultur, budaya dan penentuan kesehatan neonatal menjadi
prioritas program pembangunan kesehatan di satu wilayah. Fragmentasi terjadi antara tata
kelola program, manajemen dan klinis dalam melaksanakan pelayanan neonatal. Strategi
intervensi yang dilakukan adalah mengintegrasikan tiga tata kelola (program, manajemen
dan klinis) dalam melaksanakan percepatan penurunan angka kematian neonatal. Strategi
pertama, adalah integrasi tiga tata kelola dalam akses pelayanan neonatal sebelum lahir,
yaitu menggunakan buku KIA yang teridentifikasi berdasarn nomor induk kependudukan
(NIK) menjadi alat utama skrining ibu hamil dan kehamilan abnormal. Akses pelayanan
antenatal berfungsi menentukan tempat kelahiran paling tepat dan adekuat. Strategi
kedua, adalah integrasi tiga tata kelola dalam melaksanakan standarisasi fasilitas kesehatan
dalam sistem pelayanan neonatal berdasarkan baku emas PONED dan PONEK. Strategi
ketiga, adalah integrasi tiga tata kelola dalam monitor dan evaluasi pelaksanaan standar
perlayanan neonatal berdasarkan maternal perinatal dead notification (MPDN) dan audit
maternal perinatal (AMP). Strategi keempat, adalah melaksanakan integrasi tiga tata
kelola dalam meningkatkan capaian standar pelayanan neonatal melalui kajian mandiri
dan program pendampingan.
Diskusi
Integrasi adalah kata kunci dalam mengatasi masalah disparitas dan fragmentasi pelaksanaan
sistem pelayanan neonatal di Indonesia. Integrasi meliputi tiga tata kelola, yaitu program
1
(kebijakan sistem pelayanan neonatal di tingkat nasional, provinsi, kabupaten), manajemen
(kebijakan sistem pelayanan di tingkat fasilitas pelayanan kesehatan) dan klinis (panduan
klinis pelayanan neonatal di tingkat nasional sampai pada tingkat fasilitas kesehatan).
Strategi pertama pengintegrasian tiga tata kelola difokuskan pada pemanfaatan buku
KIA (The Maternal and Child Health Handbook) yang teridentifikasi berdasarkan NIK
sebagai alat terbaik untuk meningkatkan kualitas ante natal care (ANC) dan mencegah
komplikasi kehamilan. Buku KIA digunakan untuk alat skrining menentukan pemilihan
2
tempat pertolongan persalinan yang paling tepat dan adekuat sesuai dengan kapasitas dan
kompetensinya. Strategi kedua standarisasi kapasitas dan kompetensi fasilitas kesehatan
sebagai tempat persalinan sangat berperan dalam menyelamatkan ibu dan bayi baru lahir.
3
Kegawat daruratan maternal dan neonatal yang dapat terjadi pada periode selama dan
pasca persalinan dapat diantisipasi secara optimal. Audit kematian dan pendampingan
4,5
menjadi alat monitor dan evaluasi dalam menjaga kualitas dari standarisasi sistem
pelayanan neonatal menjadi strategi ke tiga dan empat. 6
Kongres Nasional Ilmu Kesehatan Anak XVIII 35

