Page 49 - Proceeding of Plenary Abstract of Parallel Symposim
P. 49
Kualitas Akses yang Lebih Baik: Sebelum,
Selama dan Sesudah Lahir
Toto Wisnu Hendrarto
Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita, Jakarta
Latar Belakang
Angka kematian neonatal (AKN) pada tahun 2017 adalah 15 per 1000 kelahiran hidup.
Target RPJMN di tahun 2024 adalah 10 (dengan ARR 5%) dan 7 (dengan ARR 10%) per
1000 kelahiran hidup. Capaian tersebut merupakan target berat apabila kinerja pelayanan
kesehatan neonatal saat ini masih sama dengan kinerja tahun-tahun sebelum ini. Untuk
itu diperlukan upaya kerja sangat keras untuk mencapai target tersebut.
Kematian neonatal terkait morbiditas ibu yaitu komplikasi obstetri seperti perdarahan
dan hipertensi masih merupakan masalah utama disamping komplikasi non-obstetri
seperti kelainan jantung dan penyakit paru. Morbiditas ibu tersebut menyebabkan
kelahiran prematur (29,5%) dan atau bayi berat lahir rendah (6,2%). Penyebab lain
kematian neonatal adalah pelayanan neonatal di bawah standar (62,1%).
Pengurus Pusat IDAI merupakan mitra utama Kementerian Kesehatan RI dalam
melaksanakan percepatanan penurunan angka kematian bayi (AKB), terutama AKN.
Identifikasi serta perumusan strategi pelayanan neonatal menjadi tugas dan tanggung
jawab PP IDAI untuk diajukan kepada Kementerian Kesehatan RI dalam rangka mencapai
percepatan penurunan AKN.
Metodologi
Identifikasi kendala pencapaian percepatan penurunan AKN dilakukan oleh PP IDAI
melalui UKK Neonatologi untuk merumuskan strategi intervensi upaya percepatan
penurunan AKN. Prosedur tersebut dilakukan dengan berperan secara langsung dalam
melaksanakan pelayanan neonatal bersama Kementerian Kesehatan RI.
Hasil
Kajian yang diperoleh dari tahun 2017 sampai tahun 2021 dengan melaksanakan
pelayanan neonatal berdasarkan kebijakan yang ada, teridentifikasi dua hal utama, yaitu
34 Plenary

