Page 52 - Proceeding of Plenary Abstract of Parallel Symposim
P. 52

Childhood Malnutrition Jeopardizing the


               Future of Indonesia: How Pediatrician Solve

               the Issues ?



               Damayanti Rusli Sjarif


               Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, RSUPN Dr Ciptomangunkusumo
               Jakarta



               Pendahuluan

               Berdasarkan hasil Riskesdas 2018, malnutrisi balita masih merupakan masalah besar
               di Indonesia dengan angka stunting 30,8%, gizi kurang dan gizi buruk, gizi lebih dan
               BBLR 6,2%. Ada hal mendasar yang perlu dicermati dari data Riskesdas 2018, yaitu
               prevalensi gizi kurang dan buruk yang berdasarkan klasifikasi WHO 2006 merupakan
               representasi  wasted dan  severely wasted yaitu 6,7% dan 3,5%, Sementara di laporan
               Riskesdas 2018 angka gizi kurang dan gizi buruk yang diajukan yaitu 13,8% dan 3,9%
               merupakan representasi underweight dan severely underweight menurut WHO 2006. Hal
               ini penting karena perlakuan terhadap underweight dan wasted sangat berbeda. Masalah
               undernutrition terutama stunting akan berdampak pada penurunan kemampuan kognitif
               dan bersama dengan dampak jangka  panjang overnutrition akan meningkatkan risiko
               penyakit tidak menular (NCD) dikemudian hari. Penurunan kognitif akan merupakan
               masalah besar dalam era globalisasi karena berisiko menurunkan kualitas serta daya saing
               sumber daya manusia Indonesia. Hal ini sudah terlihat dari hasil uji PISA OECD siswa
               Indonesia yang berusia15 tahun dibidang sains, matematika, dan membaca pada tahun
               2018 tercatat Indonesia menempati urutan ke-71 dari 79 negara peserta dan menempati
               urutan sebelum peringkat terakhir di antara negara ASEAN. Tahun 2045 merupakan
               ulang tahun kemerdekaan ke-100 Republik Indonesia dengan harapan kita mempunyai
               generasi unggul atau generasi emas, apakah hal ini akan terwujud mengingat situasi saat
               ini, Sebagai warga negara Indonesia, dokter spesialis anak yang mempunyai kompetensi
               tertinggi dibidang kesehatan anak seharusnya dapat mengupayakan harapan tersebut
               dengan mencegah, deteksi dini serta tatalaksana segera segala jenis malnutrisi pada anak


               Metodologi


               Membangun sistem penanggulangan malnutrisi berjenjang sesuai kompetensi yang
               terdiri dari sistem pencegahan, deteksi dini serta rujukan ke fasilitas kesehatan ditingkat
               masyarakat dan tatalaksana segera di tingkat dokter puskesmas dan dokter spesialis anak




               Kongres Nasional Ilmu Kesehatan Anak XVIII                               37
   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57