Page 57 - Proceeding of Plenary Abstract of Parallel Symposim
P. 57
penelitian di Italia tahun 2020 menyebutkan bahwa terjadi penurunan angka rawat jalan
instalasi gawat darurat (IGD) pada seluruh kelompok umur, terutama pasien anak, seiring
dengan kenaikan kasus Covid-19. Pada periode Maret−Mei 2020, terjadi penurunan
drastis pasien anak di IGD sebesar 83,2%. Tidak hanya pasien rawat jalan, pasien rawat
inap juga menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu 46,1%.
2
Dengan sedikitnya jumlah pasien non-Covid-19, variasi kasus yang dapat
dipelajari oleh peserta didik PPDS juga mengalami penurunan. Variasi yang menurun,
keadaan yang memaksa untuk menjaga social distancing demi pencegahan penularan
Covid-19 sehingga pemeriksaan fisik tidak optimal, ditambah dengan melonjaknya kasus
Covid-19 di berbagai rumah sakit menyebabkan kompetensi yang harus dicapai oleh
peserta didik menjadi sulit terpenuhi.
Selama pandemi, prosedur bedah elektif ditiadakan sehingga terjadi kemerosotan
drastis jumlah kasus dan waktu terekspos pasien di ruang operasi. Kesempatan tersebut
memang tidak dapat tergantikan dengan seminar akademik ataupun kuliah online.
Beberapa institusi pendidikan mengatasinya dengan edukasi melalui video, seperti
Orthopedic Video Theater (OVT). Di University of Rochester Medical Center, New York,
belajar prosedur bedah saraf dilakukan menggunakan simulasi berbasis web yang gratis,
Neurosurgical Atlas and 3D models. Telementoring untuk simulasi prosedur bedah, modul
pelatihan daring, dan skills labs merupakan metode-metode yang digunakan oleh beberapa
program pendidikan dokter spesialis.
3
Di Ilmu Kesehatan Anak, studi yang dipublikasikan oleh American Academy
of Pediatrics menunjukkan bahwa >95% PPDS melaporkan penurunan pasien rawat
inap, kecuali perawatan bayi baru lahir (NICU). Sebanyak 29 dari 110 PPDS di dunia
mengatakan peserta didiknya harus dialihtugaskan untuk menangani pasien dewasa.
Peserta didik juga banyak yang harus diliburkan akibat terinfeksi Covid-19. 4
Memasuki era ‘new normal’, transformasi digital menjadi sebuah prioritas.
Pembagian waktu antara edukasi online dan offline perlu diperhatikan secara matang.
Selain itu, untuk mengantisipasi adanya peserta didik yang terinfeksi Covid-19 dan
perlu diliburkan, harus ditentukan penggantinya dengan metode yang sudah ditetapkan
sebelumnya. Ada tiga prinsip yang menjadi pedoman, yaitu 1) perawatan pasien harus
tetap menjadi prioritas utama, 2) keselamatan dan kesejahteraan peserta didik harus djaga,
serta tugas klinis diatur untuk memastikan bahwa paparan virus Covid-19 seminimal
mungkin, dan 3) pembuatan kebijakan-kebijakan untuk memastikan kesempatan belajar
yang optimal bagi semua peserta didik walaupun dengan berbagai pengurangan paparan
klinis langsung.
42 Plenary

