Page 53 - Proceeding of Plenary Abstract of Parallel Symposim
P. 53

di RSUD.
               Di awali dengan penyamaan persepsi bahwa  stunting (perawakan pendek akibat
           malnutrisi kronik) yang merupakan malnutrisi balita terbesar di Indonesia, merupakan
           situasi darurat kognitif dan metabolic programming oleh sebab itu harus segera ditatalaksana
           sesuai penyebabnya. Stunting dapat dicegah dengan praktek pemberian makan bayi dan
           anak yang mengandung protein hewani dan energi yang cukup dan seimbang didukung
           dengan deteksi dini dan tatalaksana segera weight faltering.
               Peningkatan pengetahuan berkala disetiap tingkatan mulai dari kader sampai ke
           dokter spesialis anak tentang pemberian makan pada bayi dan anak (PMBA) berdasarkan
           bukti ilmiah terkini dan cara deteksi serta tatalaksana segera malnutrisi yang tepat sesuai
           kompetensi jenjang terkait.
               Peningkatan pengetahuan berkala dokter spesialis anak dalam menegakkan diagnosis
           stunting, mencegah, mendeteksi dini dan menatalaksana penyebab malnutrisi sebelum
           windows opportunity terlewati dengan dukungan nutrisi dalam bentuk Pangan untuk
           Keperluan Medis Khusus sesuai indikasi misalnya pada BBLR/prematur, alergi makanan,
           weight  faltering,  gizi  kurang  dan  gizi  buruk  yang  mengalami  intoleransi  volume  dan
           Kelainan Metabolisme Bawaan
               Memberikan advokasi pada Pemerintah tentang perbaikan istilah gizi kurang, dan
           gizi buruk yang disesuaikan dengan ketentuan global.  Menyusun PMBA sesuai dengan
           bukti ilmiah terkini serta panduan deteksi dini dan tatalaksana segera malnutrisi, serta
           tentang pentingnya penyediaan Pangan untuk Keperluan Medis Khusus pada penyakit
           yang berkontribusi terhadap kejadian stunting terutama untuk pasien tidak mampu.



           Hasil Kegiatan

           Uji Coba Aksi Cegah Stunting dilakukan bulan Agustus 2018-Februari 2019 di Desa
           Bayumundu Kecamatan Kaduhejo Pandeglang dengan dukungan Kementerian Desa,
           PDT dan Transmigrasi. Setelah melalui tahapan pelatihan dokter spesialis anak dan dokter
           puskesmas tentang alur sistem cegah stunting, pemberian makan bayi dan anak dengan
           menekankan pada konsumsi protein hewani yang tersedia lokal, Teknik penimbangan dan
           pengukuran yang benar, analisis kasus yang perlu dirujuk. Selanjutnya pelatihan kerja tim
           yang terdiri dari kader, PKK, bidan desa, Petugas Gizi Lapangan, bidan puskesmas, dokter
           puskesmas dan dokter spesialis RSUD dengan kasus nyata

               Sistem ini diperkuat dengan tersusunnya draft Permenkes no 2 tahun 2020 yang
           memasukkan pengukuran panjang/tinggi badan merupakan bagian dari pemantauan










          38                                                                      Plenary
   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58