Page 59 - Proceeding of Plenary Abstract of Parallel Symposim
P. 59

Menyongsong Perubahan Tatanan


           Kehidupan Global: Optimalisasi Peran Dokter

           Spesialis Anak



           Aman B. Pulungan  1,2



           1 Ikatan Dokter Anak Indonesia
           2 Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunku-
           sumo




           Pada tahun 2015, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi mengesahkan Sustainable
           Developing Goals (SDGs) yang merupakan kesepakatan pembangunan global. Kesehatan
           anak menjadi salah satu prioritas dalam SDGs, dimana World Health Organization (WHO)
           mendefinisikan kesehatan anak sebagai kondisi anak yang tidak hanya terhindar dari
           penyakit atau kelemahan fisik, tapi juga mencakup kesehatan mental, intelektual, sosial,
           dan emosional. Di tahun 2019 WHO merilis sepuluh ancaman yang dapat mempengaruhi
           kesehatan global; polusi udara dan perubahan iklim, penyakit tidak menular, pandemi
           flu global, krisis di tempat rentan, penolakan imunisasi, resistensi antibiotik, Ebola atau
           patogen berbahaya lain, demam berdarah dengue, pelayanan kesehatan yang substandar,
           dan HIV. Jika ancaman ini tidak diatasi, jutaan nyawa di seluruh dunia berada dalam
           bahaya termasuk anak-anak.
               Cakupan masalah yang harus ditangani oleh dokter anak di Indonesia luas dan
           kompleks, termasuk permasalahan dalam 1.000 hari pertama kehidupan, skrining bayi
           baru lahir, ASI eksklusif, imunisasi, stunting, penyakit tidak menular, infeksi tuberkulosis,
           kesehatan remaja, dan masih banyak lagi.

               Newborn screening (NBS) adalah suatu intervensi kesehatan masyarakat yang penting
           untuk mencegah kematian dan disabilitas karena penyakit-penyakit tidak menular yang
           dapat dicegah progresinya dengan deteksi dini dan terapi yang segera. Penyakit-penyakit
           seperti hipotiroidisme kongenital dan hiperplasia adrenal kongenital dapat menyebabkan
           disabilitas dan kematian jika tidak terlambat didiagnosis, tetapi NBS untuk kedua penyakit
           ini belum diintegrasikan ke dalam program nasional dan belum dibiayai oleh jaminan
           kesehatan nasional, sehingga menghambat pemerataan pelaksanaan. Dokter spesialis anak
           perlu waspada terhadap penyakit-penyakit yang perlu skrining di awal kehidupan, serta
           aktif dalam advokasi program NBS untuk kesehatan anak Indonesia.
               Pemberian ASI eksklusif dan imunisasi rutin pada anak merupakan fondasi yang
           penting untuk kesehatan dan kualitas hidup anak. Cakupan ASI eksklusif di Indonesia


           44                                                                     Plenary
   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63   64