Page 56 - Proceeding of Plenary Abstract of Parallel Symposim
P. 56

Pemenuhan Kompetensi Pendidikan dan


               Pola Pendidikan Ilmu Kesehatan Anak yang

               Sesuai selama Masa Pandemi



               Aryono Hendarto



               Kolegium Ilmu Kesehatan Anak Indonesia



               Pendahuluan

               Pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) menyebabkan perubahan signifikan pada
               proses pembelajaran. Sebagai salah satu cara untuk memutuskan mata rantai penularan
               Covid-19, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerapkan
               sistem pembelajaran  jarak  jauh (PJJ). Penggalakkan  social distancing  mengubah
               total proses pendidikan dari sistem tatap muka langsung ke metode daring dengan
               menggunakan berbagai online platform. Kebijakan tersebut mempengaruhi berbagai aspek
               pendidikan, termasuk program pendidikan dokter spesialis (PPDS). Selama pandemi
               Covid-19 berlangsung, pembelajaran tatap muka langsung tidak dimungkinkan sehingga
               mengurangi waktu interaksi dengan pasien di rumah sakit. Tidak hanya itu, kasus non-
               Covid-19 pun jauh berkurang dibandingkan sebelum pandemi. Hal tersebut menjadi
               tantangan bagi pemenuhan kompetensi peserta didik PPDS.


               Diskusi

               Perubahan pola pembelajaran yang terjadi pada masa pandemi Covid-19 ke arah
               daring memberikan dampak untuk para mahasiswa, tidak terkecuali mereka yang
               sedang menempuh PPDS. Untuk peserta didik tahap awal yang belum terjun langsung
               menghadapi pasien, pemenuhan kompetensi bisa dipenuhi dengan optimalisasi program
               melalui daring, seperti kuliah online dan tutoring session. Lain halnya dengan peserta didik
               tahap senior atau tahap klinik yang memiliki kebutuhan tinggi untuk belajar langsung dari
               pasien, pandemi saat ini memberikan kesulitan untuk menuntut ilmu secara maksimal.
                      Pandemi menyebabkan perubahan pada jumlah pasien yang datang ke rumah
               sakit. Dengan berkembang pesatnya layanan telemedicine, masyarakat lebih cenderung
               untuk memilih aplikasi  telemedicine untuk mendapatkan pengobatan. Kementerian
               Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengungkapkan terdapat lonjakan
               penggunakan aplikasi telemedicine sebesar 600% di masa pandemi Covid-19. Akibatnya,
                                                                                1
               angka kunjungan ke rumah sakit merosot, terutama untuk kasus non-Covid-19. Sebuah




               Kongres Nasional Ilmu Kesehatan Anak XVIII                               41
   51   52   53   54   55   56   57   58   59   60   61