Page 60 - Proceeding of Plenary Abstract of Parallel Symposim
P. 60

masih beragam, dan dipengaruhi banyak faktor seperti status sosio-ekonomi, ketersediaan
               cuti pasca melahirkan, inisiasi menyusui dini, dan faktor dukungan dari keluarga dan
               tenaga kesehatan.  Akses kepada fasilitas  kesehatan  juga menjadi faktor penting dalam
               kelengkapan imunisasi rutin, terutama pada masa pandemi COVID-19. Misinformasi
               juga menjadi halangan yang signifikan, sehingga dokter spesialis anak memiliki peran
               yang besar untuk membangun kepercayaan masyarakat kepada program imunisasi dan
               mendukung program-program imunisasi nasional.

                   Stunting juga merupakan salah satu masalah yang mendesak dalam 1000 hari pertama
               kehidupan seorang anak, terutama di Indonesia dimana angka stunting diperkirakan
               masih cukup tinggi. Banyak faktor yang mempengaruhi stunting selain faktor kesehatan
               dan nutrisi; faktor yang bersifat makro seperti keadaan  sosial, politik, ekonomi, dan
               emosional juga memiliki peran. Dokter spesialis anak harus berperan aktif dalam deteksi
               dini  berbagai  kelainan  pertumbuhan,  termasuk  stunting,  dengan  pemantauan  rutin
               tumbuh kembang anak, agar kelainan pertumbuhan dapat segera dideteksi dan ditangani.
               Begitu juga dengan penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes, kanker, obesitas,
               dan penyakit kardiovaskular. Saat merawat anak dan remaja, dokter spesialis anak perlu
               mengidentifikasi adanya faktor risiko PTM.

                   Kesehatan remaja juga merupakan permasalahan yang kompleks dan sering
               terlupakan. Kekerasan, tindak kriminal, kecelakaan lalu lintas, permasalahan kesehatan
               mental, dan kehamilan remaja adalah beberapa sebab kematian remaja yang perlu dicegah.
               Penggunaan rokok, alkohol, dan penyalahgunaan narkotika juga patut diperhatikan.
               Pada remaja wanita, pernikahan di usia anak menjadi akar banyak permasalahan, seperti
               kekerasan dalam rumah tangga dan kematian karena komplikasi kehamilan di usia muda.
               Dokter spesialis anak harus menyadari dan sensitif terhada isu-isu yang menyangkut
               kesejahteraan remaja.

                   Dengan banyaknya permasalahan anak dan remaja yang kompleks, dokter spesialis
               anak memiliki peran yang penting untuk memastikan kesejahteraan anak-anak Indonesia
               terjaga. Dokter spesialis anak tidak bisa lagi hanya praktik di ruang praktik, di rumah
               sakit, di ruang operasi, tetapi dokter spesialis anak sekarang harus memahami masalah
               global. Pandemi ini menjadi wake up call kita, bahwa ternyata semua orang, terutama
               dokter, harus paham masalah global, termasuk masalah kesehatan anak, yang mana
               kita telah terlambat pada saat pandemi ini. Kita memiliki tanggung jawab tidak hanya
               untuk mencegah dan mengobati, tetapi juga untuk mengadvokasikan hak-hak anak serta
               membangun kesadaran masyarakat untuk bersama menjaga anak-anak Indonesia.















               Kongres Nasional Ilmu Kesehatan Anak XVIII                               45
   55   56   57   58   59   60   61   62   63   64   65