Page 46 - Proceeding of Plenary Abstract of Parallel Symposim
P. 46
Hasil
Faktor risiko didefinisikan sebagai sesuatu yang menyebabkan peningkatan risiko
terjadinya suatu penyakit. Dalam hal PKV yang penyebabnya akibat proses aterosklerosis
maka makin banyak terdapat faktor risiko akan makin tinggi angka morbiditas dan
8
5
mortalitas akibat PKV. Faktor risiko kardiovaskular dikelompokkan dalam 3 kelompok,
yakni : 1) faktor risiko yang dapat diubah (modifiable/ changeable), disebut juga sebagai
faktor risiko tradisional meliputi hiperlipidemia, obesitas, inaktivitas/sedentary, diabetes
mellitus, merokok dan hipertensi, 2) faktor risiko intrinsik meliputi genetik, lingkungan
dan suscestibility. 3) faktor risiko yang baru muncul (emerging risk factors) meliputi
inflamasi/infeksi sistemik, sitokine, CRP dan homosistein. Faktor risiko yang ditemukan
pada seorang individu akan menyebabkan disfungsi endotel vaskular sehingga terjadi
penurunan produksi NO, peningkatan respons inflamasi endotel dan hyperplasia intima
yang pada akhirnya akan terbentuk lesi aterosklerotik yang akan menyebabkan terjadinya
penyakit jantung coroner. Proses tersebut terjadi perlahan namun pasti dalam beberapa
dekade kehidupan. Identifikasi dan intervensi terhadap faktor-faktor tersebut pada anak
dan remaja merupakan upaya untuk mencegah dan menurunkan kejadian PKV termasuk
penyakit jantung koroner. Meskipun belum ada penelitian epidemiologis yang menyeluruh
di Indonesia, namun beberapa penelitian pada anak-anak sekolah menunjukkan tingginya
9
faktor risiko kardiovaskular pada anak. Djer, menunjukkan bahwa kadar kolesterol total
180,3mg/dL pada anak sekolah dasar yang obese dengan prevalensi hiperkolesterolemia
10
25%, sementara Meilany, melaporkan rerata kadar kolesterol pada anak SD 226,6mg/
dL dengan prevalensi 31,1%.
Diskusi
Deteksi dan pencegahan terhadap faktor risiko kardiovaskular harus dimulai sejak usia
anak dan remaja (primordial prevention) dalam upaya mencegah proses terjadi aterosklerosis
pada usia dewasa . Diperlukan identifikasi dan mengobati anak dengan faktor risiko utama
yang merupakan faktor predisposisi timbulnya PKV beberapa dekade kemudian (primary
prevention). Untuk itu perlu strategi dengan uji tapis terhadap populasi sehat pada individu
yang mempunyai risiko tinggi terjadinya PKV kemudian mengobati dan mengatasinya
pada fase awal seperti obesitas, merokok, dislipidemia, hipertensi dan diabetes mellitus.
Uji tapis sejak masa anak bertujuan untuk mendeteksi anak dengan faktor risiko penyakit
kardiovaskular atau perilaku yang berisiko terjadinya PKV agar dapat dilakukan intervensi
guna menurunkan risiko terjadinya manifestasi penyakit di usia dewasa dan lanjut. 11
Terdapat 3 fokus utama yang dapat mencegah faktor risiko kardiovaskular pada
anak dan remaja dari aspek promosi kesehatan yakni: nutrisi, aktivitas fisik dan paparan
tembakau(rokok). Nutrisi sejak bayi berupa pemberian ASI eksklusif sejak bayi lahir
12
sampai usia 6 bulan ternyata anak tersebut di sekolah lanjutan atas (remaja) mempunyai
Kongres Nasional Ilmu Kesehatan Anak XVIII 31

