Page 29 - Proceeding of Plenary Abstract of Parallel Symposim
P. 29
Advancing Treatment of Chronic Kidney
Disease: What do we know and don’t in Stem
cells?
Eka Laksmi Hidayati
Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo,
Jakarta
Latar belakang
Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan salah satu diagnosis yang menjadi masalah
1
kesehatan global. Penyakit ini memiliki karakteristik utama berupa penurunan gradual
fungsi ginjal yang diawali oleh suatu trauma pada ginjal. Selanjutnya, proses kerusakan
berjalan secara lambat sampai pada kondisi PGK stadium 5 atau gagal ginjal terminal
2
(GGT), dengan morbiditas dan mortalitas yang tinggi, terutama pada pasien anak.
Mortalitas anak dengan GGT yang menjalani dialisis 30-150 kali lebih tinggi dibandingkan
3
populasi umum, dan usia harapan hidup lebih pendek 50 tahun dibandingkan anak sehat.
Belum ada terapi yang dapat menghentikan progresifitas penurunan fungsi ginjal.
Salah satu alternatif yang dianggap menjanjikan adalah terapi sel punca dengan prinsip
dasar regeneratif berbasis sel dan rekayasa jaringan. Terapi ini telah dikembangkan dengan
melakukan berbagai penelitian in vitro, studi preklinis hewan coba dan aplikasi klinis pada
manusia. 4
Metodologi
Kajian ini disusun berdasarkan studi literatur terkini. Terapi sel punca dengan prinsip
dasar regeneratif berbasis sel dan rekayasa jaringan yang dapat diterapkan pada pasien
PGK stadium 5 atau GGT.
Hasil
Sel punca didefinisikan sebagai populasi sel yang memiliki kemampuan memperbarui diri
melalui replikasi dan dapat berdiferensiasi menjadi berbagai lini sel. Dengan karakteristik
dasar tersebut, sel punca dapat berdiferensiasi menjadi sel organ yang mengalami
kerusakan sehingga terjadi perbaikan organ tersebut, terutama pada penyakit dengan
dasar fibroproliferatif. Sel punca dapat dikelompokkan berdasarkan asal dan potensinya,
5
14 Plenary

