Page 24 - Proceeding of Plenary Abstract of Parallel Symposim
P. 24

Serve and Return Experiences Shape Brain


               Architecture in Critical Period of Child

               Development



               Ahmad Suryawan


               Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga - RSUD Dr. Soetomo, Surabaya






               Pendahuluan

               Periode kritis dalam konsep dasar perkembangan anak merupakan sebuah masa paling
               penting, dimana terjadi interaksi saling membutuhkan antara aspek “nature” (faktor
               intrinsik – genetik) dengan aspek “nurture” (faktor ekstrinsik - pengalaman dan proses
               belajar dari lingkungannya), yang tidak dapat dipisahkan  dengan proses maturasi
               perkembangan sirkuit otak anak. Periode kritis terjadi hanya sekali dalam hidupnya anak,
               namun dalam periode inilah pondasi utama sirkuit otak anak akan terbentuk dan akan
               digunakan oleh anak untuk mengembangkan berbagai kemampuan seumur hidupnya.
               Bahan dasar pembentukan sirkuit otak anak di masa periode kritis ini adalah pemberian
               pengalaman belajar kepada anak melalui kegiatan interaksi dengan pengasuhnya yang
               responsif dan penuh atensi, yang dikenal dengan konsep “serve and return” atau “melayani
               dan mengembalikan”. Kekurangan atau ketiadaan interaksi dengan model tersebut akan
               mengakibatkan kegagalan pembentukan sirkuit otak yang tidak dapat dilakukan restorasi
               dengan pemberian pengalaman tipikal kepada anak, dan kemungkinan besar akan
               berimplikasi negatif menjadi sebuah ketidakmampuan yang bersifat permanen.



               Prinsip umum periode kritis perkembangan anak

               Periode kritis secara umum merupakan bagian dari periode sensitif dalam perkembangan
               otak anak, yakni sebuah periode waktu tertentu dimana lingkungan atau pengalaman
               belajar yang diberikan kepada anak mempunyai pengaruh yang sangat kuat terhadap
               perkembangan otak anak. Perbedaan mendasar antara periode kritis dan periode sensitif
               adalah bila kapasitas kemampuan perkembangan pada periode sensitif masih dapat
               dirubah melalui pengalaman belajar (experience) yang diberikan kepada anak, maka
               sirkuit dan fungsi otak yang terbentuk dalam periode kritis tidak dapat dirubah kembali
               dan bersifat permanen. Dengan demikian, maka periode kritis menggambarkan sebuah
               waktu dimana dampak negatif dari sebuah pengalaman atipikal yang didapatkan anak




               Kongres Nasional Ilmu Kesehatan Anak XVIII                                 9
   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29