Page 32 - Proceeding of Plenary Abstract of Parallel Symposim
P. 32

Adaptation and Innovation in the


               Management of Pediatric  Respiratory

               Diseases during Covid-19 Pandemic



               Finny Fitry Yani



               Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Andalas - RSUP Dr. M. Djamil, Padang





               Latar Belakang


               Morbiditas dan mortalitas Covid-19 pada anak tidak setinggi pada dewasa, namun
               berdampak besar pada pelayanan penyakit respiratori anak,  seperti tuberkulosis (TB),
               pneumonia, asma, dan lainnya. Banyak studi melaporkan bahwa angka kunjungan
               penyakit respiratorik anak non-Covid-19 menurun, namun kasus-kasus berat meningkat
               karena pembatasan sosial dan rasa khawatir tertular, menyebabkan anak terlambat dibawa
                                  1
               ke layanan kesehatan.  Kajian ini bertujuan untuk meninjau adaptasi dan inovasi pada
               tatalaksana penyakit respiratori anak agar tetap mendapatkan pelayanan optimal.



               Metodologi

               Kajian ini disusun berdasarkan studi literatur dan beberapa data serta pengalaman di
               UKK Respirologi Anak yang tidak dipublikasi. Dokter spesialis anak, sebagai klinisi,
               bagian dari komunitas dan program, harus melakukan adaptasi dengan baik. Layanan
               terhadap  penyakit  respiratori  anak  harus  ditata  ulang,  dikembalikan  dan  dipulihkan,
               melalui manajemen kontrol infeksi, protokol kesehatan dan skrining Covid-19 yang tepat.
               Tujuannya agar menjamin semua anak dan remaja yang menderita kelainan respiratori
               tetap menerima pelayanan berkualitas tinggi, aman dan efektif, didiagnosis tepat waktu,
               tanpa adanya pengurangan fasilitas.
                                             2


               Hasil

               Pada masa pandemi, setiap anak dengan gejala infeksi saluran nafas, termasuk pneumonia,
               harus diskrining dan dilakukan pemeriksaan PCR SAR-Cov-2. Idealnya, pasien suspek
               Covid-19 dirawat di ruang isolasi tekanan negatif, namun jika tidak tersedia dapat dirawat
               dengan sistem cohorting. Anak yang sakit berat namun etiologi belum pasti (uncertain
               diagnosis), patut diduga inflamasi paska Covid-19 (MIS-C), dan diperiksa serologi anti



               Kongres Nasional Ilmu Kesehatan Anak XVIII                               17
   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37