Page 21 - Proceeding of Plenary Abstract of Parallel Symposim
P. 21

Coagulopathy: Revisiting the Better


           Understanding



           Bidasari Lubis



           Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK USU - RSUP H. Adam Malik - RSU USU, Medan



           Pendahuluan

           Pada keadaan normal darah dalam kondisi cair bila hemostasis dalam keadaan normal.
           Sistem koagulasi pada anak-anak adalah kompleks dan selalu berubah secara kuantitatif
           dan kualitatif seiring bertambah usia disebut  hemostasis perkembangan. Hemostasis
           neonatal sangat berbeda dengan dewasa, ditandai trombosit hiporeaktif, kadar faktor
           koagulasi rendah yang menyebabkan pemanjangan PT dan PTT, peningkatan kadar vWF,
           hematokrit  dan MCV dan kadar antikoagulan rendah.


           Hemostasis

           Hemostasis  adalah  proses  kompleks  yang  membutuhkan  keseimbangan  dan  interaksi
           endotel vaskular, trombosit, dan faktor koagulasi untuk mempertahankan darah dalam
           keadaan cair. 

               Teori  hemostasis dikenal sejak  abad 15 Masehi dan pada  abad 19 secara in vitro
           berkembang teori (1) koagulasi klasik, 40 tahun kemudian (2) Teori “The coagulation/
           Waterfall Cascade” yang membagi pembekuan darah dalam dua jalur, yaitu jalur intrinsik
           dan ekstrinsik.  Proses koagulasi in vivo, dikemukakan  15 tahun terakhir,  yaitu  teori (3) ”
           Cell- based model of coagulation”, memerlukan peran 2 sel yang berbeda, yaitu “ TF Bearing
           cell “ dan trombosit, dalam 4 tahapan yang berlangsung bersamaan, saling menguatkan,
           yaitu  fase inisiasi  (permulaan); amplifikasi  (penguatan);  propagasi (perkembangan)
           yang saling tumpang tindih diikuti terminasi (pengakhiran) supaya bekuan fibrin
           hanya terbentuk ditempat perlukaan dan mencegah pembentukan trombus yang dapat
           menghambat aliran darah.

               Koagulopati adalah proses pembekuan darah patologis yang menyebabkan kegagalan
           hemostasis, menimbulkan perdarahan abnormal bila faktor pembekuan terlalu sedikit dan
           trombosis bila faktor pembekuan berlebihan.

               Fenomena “immunothrombosis” (2013), berkembang merupakan interaksi
           peradangan, koagulasi,  imunitas bawaan (innate immunity), yaitu sistem komplemen.
           Sistem komplemen dan sistem koagulasi adalah dua sistem terkait erat yang melayani
           peran penting dalam mempertahankan hemoestasis. Hal ini dapat menerangkan


           6                                                                      Plenary
   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26