Page 22 - Proceeding of Plenary Abstract of Parallel Symposim
P. 22
koagulopati akibat infeksi bakteri, virus. Pemeriksaan penyaring : Rumpel Leede, Masa
perdarahan, hitung trombosit, PT, APTT, masa thrombin. Pemeriksaan fibrinogen dan
D-dimer untuk menilai proses fibrinolisis. Terdapat 4 antikoagulan alamiah yang dapat
mengontrol aktivasi koagulasi yaitu antithrombin (ATIII), protein C (PC), protein
S (PS) dan “Tissue factor pathway inhibitor” (TFPI). Strategi terapi mendatang adalah
mengurangi immunothrombosis dengan antithrombotik dan immunomodulator.
Studi lain menerangkan peran polyphosphate /FXII mencegah trombosis tanpa risiko
perdarahan dibanding terapi antikoagulan tersedia saat ini : heparin, antagonis vitamin K,
inhibitor faktor Xa.
Koagulopati pada Covid-19
Suatu tinjauan sistematik menyimpulkan gejala infeksi SAR-S-CoV-2 lebih ringan
pada kasus anak dibanding dewasa walaupun tingkat penularan tinggi. Covid-19 sering
menyebabkan disregulasi sistem kekebalan menyebabkan penurunan anti-inflammatory
kekebalan dan peningkatan pro-inflammatory yaitu sitokin sistemik (IL-2, IL-6, IL-1ꞵ,
IFN-Ꝩ) yang mempunyai peran terjadinya “badai sitokin / Cytokine storm / Cytokine Release
Syndrome“. Aktivasi sistem komplemen mempunyai peran utama pada reaksi inflamasi,
hiperkoagulabilitas yang menyebabkan peradangan trombotik dan mikroangiopati.
Pada kasus Covid-19 yang berat, terjadi disfungsi endotel masif, koagulopati yang
meluas, dan trombosis yang diinduksi komplemen yang menyebabkan perkembangan
mikroangiopati sistemik dan tromboemboli. Kondisi ini dapat menyebabkan kegagalan
multi organ dan mengancam jiwa. Koagulopati pada Covid-19 berbeda dengan DIC klasik
akibat infeksi bakteri. Penanda koagulopati yaitu peningkatan fibrinogen dan D-dimer,
CRP, pemanjangan aPTT, PT, trombositopenia.
Tatalaksana koagulopati pada Covid-19 anak
Castro DA (2020) menyatakan : diagnosis Covid-19 pada anak berdasarkan : (1) Test
konfirmasi : RT-PCR , IgM/IgG positif ; (2) Imaging ( Chest X-ray : ground glass opacity,
kondensasi ; CT axial tomography ) dan EKG, Echocardiogram dan (3) Test -laboratorium
(Blood cytometry, CRP, ESR, Prokalsitonin, UA, kultur darah, LFT, LDH, ferritin test
koagulasi). Rekomendasi pemberian obat simptomatik, antivirus dan antiinflamasi
untuk anak sudah ada, namun pedoman mengenai evaluasi trombotik dan manajemen
antikoagulasi pada anak yang dirawat di rumah sakit dengan Covid-19 masih belum ada
kesepakatan. Castro DA (2020) merekomendasikan antikoagulansia dengan Enoxaparin
usia <2 bulan untuk terapi 1.5 IU/Kg/dosis /12 jam, profilaksis 0.75 IU /Kg / dosis/12
jam, usia >2 bulan : terapi 1 IU/Kg/dosis/12 jam dan profilaksis 0.5 IU/Kg/dosis/12
jam. Antikoagulansia UFH (Unfractionated heparin) : loading 75-100 IU/Kg/IV dalam 10
menit, dosis maintenance awal untuk usia <1 tahun 28 IU/Kg/jam dan diatas 1 tahun 20
IU/Kg/jam.
Kongres Nasional Ilmu Kesehatan Anak XVIII 7

