Page 18 - Proceeding of Plenary Abstract of Parallel Symposim
P. 18
Neuroimaging for Screening and Predicting
Long-term Outcome Neonatal Brain Injury:
When and How?
Evita Karianni Bermanshah
Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas kedokteran Universitas Indonesia - RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo,
Jakarta
Pendahuluan
Perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi telah berhasil menurunkan angka
kematian neonatus. Usia harapan hidup bayi prematur semakin besar, namun angka cedera
otak masih tinggi. Merupakan tantangan bagi ahli neonatologi untuk mendeteksi cedera
otak dan mencegah terjadinya gangguan perkembangan neurologis di masa yang akan
datang. Pemeriksaan neuroimaging pada neonatus disamping untuk menegakkan diagnosis
cedera otak juga dipergunakan untuk memprediksi kemungkinan terjadinya gangguan
perkembangan neurologis, memberikan konseling kepada orang tua, dan merencanakan
rehabilitasi yang sesuai. Ultrasonografi (USG) merupakan pemeriksaan neuroimaging yang
sering dilakukan dan merupakan pemeriksaan pencitraan standar di neonatal intensive care
unit (NICU), bahkan beberapa pusat kesehatan telah melakukan secara rutin pemeriksaan
pencitraan magnetic resonance imaging (MRI), namun masih diperdebatkan indikasi
serta waktu pemeriksaannya. Tujuan makalah ini adalah untuk membahas pemeriksaan
neuroimaging pada bayi prematur dan peranannya dalam mendeteksi cedera otak serta
memprediksi akibat jangka panjang terhadap gangguan perkembangan neurologis.
Pemeriksaan Neuroimaging pada Cedera Otak
Angka kejadian cedera kepala bervariasi disebabkan pada penelitian terdapat perbedaan
usia yang diteliti, waktu pemeriksaan, dan klasifikasi cedera otak yang digunakan. Cedera
otak yang sering pada bayi prematur adalah Subependymal hemorrhage-intraventricular
hemorrhage (SEH-IVH), perventriculer leucomalacia (PVL), ventrikulomegali atau
hidrosefalus pasca perdarahan. Ultrasonografi kepala dapat melihat PVL kistik
dengan baik, namun pada studi korot hanya mendapatkan PVL kistik <5%. Kelainan
hiperekogenisitas white matter berupa periventricular white matter echogenisity (PVE)
lebih banyak ditemukan, dan dapat berkembang membentuk kista atau dilatasi ventrikel
disebabkan berkurangnya volume perenkim otak dalam 2-5 minggu. Canadian Pediatric
Society merekomendasikan USG kepala pada usia 6 minggu, sedangkan American
Kongres Nasional Ilmu Kesehatan Anak XVIII 3

