Page 35 - Proceeding of Plenary Abstract of Parallel Symposim
P. 35
Ending the Pandemic: is it Possible ?
Hindra Irawan Satari
Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo,
Jakarta
Pendahuluan
Cakupan imunisasi yang meningkat di dunia meningkatkan harapan kita untuk
kembali ke kehidupan prepandemik. Namun, berbagai kesulitan untuk mendapatkan
akses, penolakan vaksin, munculnya berbagai varian, dan gelombang penyakit global
yang mematikan masih mengancam. Dalam kerawanan tersebut, ada 4 skenario yang
diperkirakan dapat terjadi, yaitu: eradikasi, eliminasi, cohabitation (hidup berdampingan)
dan conflagration. Meski demikian, skenario lain masih mungkin pula dapat terjadi.
Pembahasan
Eradikasi adalah suatu keadaan saat reduksi global tercapai secara permanen yaitu
pada keadaan prevalens SARS-CoV-2 menjadi nol. Untuk mencapai keadaan tersebut,
diperlukan herb immunity yang cukup dan dapat dicapai melalui vaksinasi atau terpapar
infeksi sebelumnya. Kekebalan yang seperti ini sangat efektif, tahan lama, mencegah
transmisi sekunder dan reinfeksi, serta melindungi terhadap berbagai varian yang lama
maupun baru.
Tampaknya eradikasi tidak mudah dicapai sebagai strategi kesehatan masyarakat.
Meski cacar, penyakit infeksi saluran nafas yang sangat menular, dapat dieradikasi secara
permanen, suatu dampak yang tidak dibayangkan sebelumnya, namun penyakit lain yang
dapat dicegah dengan imunisasi secara airborne seperti campak dan rubela, sampai saat
ini reduksi global penyakit ini belum berhasil, hanya sampai tingkat regional. Untuk itu,
tampaknya eliminasi lebih memungkinan dipakai sebagai tujuan mengendalikan covid-19
terutama pada negara yang sulit melakukan vaksin, padahal dengan cakupoan yang
tinggi, eliminasi dapat tercapai seperti di Israel sampai insiden mencapai 0,7%. Meski
1
eradikasi dan eliminasi sudah dicapai oleh beberapa negara, namun vaksinasi terhadap
SARS-CoV-2 dan variannya harus terus dilanjutkan untuk menurunkan risiko penularan
dari penyakit zoonotic lainnya yang ditularkan melalui kelelawar, atau binatang lainnya
yang akan muncul. Untuk itu, bila sampai saat ini ketersediaan vaksin tersebut belum
2
terpenuhi, maka eliminasi jangka panjang dan eradikasi akan sulit dicapai.
20 Plenary

