Page 36 - Proceeding of Plenary Abstract of Parallel Symposim
P. 36

Sebagai alternatif, masyarakat yang hidup berdampingan dengan SARS-CoV-2
               merupakan pilihan tujuan jangka pendek, dibandingkan dengan eradikasi atau eliminasi
               terbatas. Pada skenario ini, perlindungan dengan imunisasi dapat cepat tercapai, untuk
               mencegah terjadinya manifestasi berat COVID-19, menghambat rantai penularan virus,
               dan menangkal varian baru. Bukti mendukung skenario seperti ini nampaknya terlihat
               rendahnya  vaccine breakthrough dan transmisi sekunder meski dengan varian baru. 3-
               5  Dalam dunia dengan keadaan hidup berdampingan, akan ditemukan kantong bebas
               virus dibeberapa daerah terbatas, pada daerah dengan cakupan imunisasi yang tinggi. Di
               beberapa tempat, insiden infeksi  juga akan menurun secara bermakna, sebagian menetap
               atau pada level rendah atau bentuk sporadik kejadian luar biasa (KLB) diluar daerah
               kantong bebas virus. Infeksi baru diharapkan akan muncul pada yang tidak divaksinasi.
               Apabila KLB muncul, maka hal tersebut terjadi dalam hal terbatasnya efikasi vaksin,
               keadaan imunokompromais, penyediaan vaksin atau masalah kualitas atau varian baru.
               Secara umum, meski kadang ditemui kasus infeksi alami yang baru, namun endemisitas
               akan menggantikan fase pandemi.

                   Setelah vaksinasi meluas secara global, penolakan terhadap vaksin dan tantangan akses
               diatasi, serta replikasi virus dan generasi varian berkurang, maka daerah kantung bebas-virus
               akan meningkat. Meski vaksinasi akan tetap menghasilkan imunitas yang tinggi terhadap
               varian vaksin, namun  booster masih mungkin diperlukan untuk mempertahanankan
               status quo. Padamana cakupan vaksinasi menurun,  akan muncul reinfeksi, KLB  lokal
               dapat juga  terjadi. Dalam keadaan seperti ini, diperlukan ketaatan serta implementasi
               kebijakan kesehatan masyarakat. Namun, untuk masyarakat yang telah divaksinasi dan
               atau yang tinggal didaerah dengan prevalens rendah, dengan varian virus terbatas, atau
               keduanya, risiko infeksi menjadi rendah dan dapat dikendalikan. Dalam jangka panjang,
               saat tercapai imunitas secara global sebagai akibat vaksinasi atau terpapar infeksi, infeksi
               COVID-19 akan menjadi suatu hal yang biasa, dan gejalanya adalah menyerupai common
               cold, dan akan dibawa corona virus secara musiman.
                   Apabila pilihan hidup berdampingan tidak tercapai, maka akan tiba saat conflagration,
               yaitu, keadaan steady sate yang ditandai dengan endemisitas moderate-level dari SARS-
               CoV-2. Dengan adanya segmentasi masyarakat yang tidak divaksinasi karena hambatan
               akses, penolakan, atau keadaan imunokompromais, maka sirkulasi SARS-CoV-2 akan
               menetap. Hal ini akan membuat virus mempunyai peluang untuk replikasi dan adaptasi
               untuk menghindari respons  imun dari  pejamu  dan vaksin. Pada kelompok  vaksinasi,
               infeksi dapat muncul secara berkala oleh karena kekebalan dari vaksin yang tidak cukup,
               menurunnya perlindungan vaksin, adanya varian baru, atau transmisi dari  beberapa varian
               spesifik yang sudah terlihat datanya dari beberapa vaksin, seperti contoh Astra Zeneca
               terhadap B.1.351. Kemungkinan demikian sudah terlihat dari dua laporan terjadinya
               KLB strain SARS-CoV-2. 6
                   Derajat conflagration akan bergantung kepada efikasi dan penerimaan vaksin berdasar
               geografi. Potensi perbedaaan geografi terhadap varian spesifik telah dilaporkan untuk
               beberapa vaksin. Penggunaaan vaksin AstraZeneca terhadap varian B.1.351 merupakan



               Kongres Nasional Ilmu Kesehatan Anak XVIII                               21
   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40   41